Workshop Penguatan Penelitian Dosen Bahas Metodologi Kuantitatif di Era AI
Peserta tengah menyimak paparan Prof. Dr. Sugiyono
Yogyakarta, 28 Agustus 2026 – Program Studi Ilmu Perpustakaan menyelenggarakan Workshop Penguatan Penelitian Dosen dengan tema “Membangun Budaya Riset Berbasis Data melalui Penguatan Metodologi Kuantitatif di Era AI”. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 08.30–14.00 WIB, bertempat di Hotel Grand Rohan Jogja.
Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., pakar metode penelitian, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan akademisi dari UIN Raden Fatah Palembang. Seluruh peserta tercatat hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan, M. Ainul Yaqin, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan metodologi penelitian kuantitatif penting untuk meningkatkan pemahaman dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian secara sistematis.
“Penelitian perlu disusun melalui tahapan yang jelas, mulai dari perumusan masalah, penyusunan variabel dan hipotesis, penentuan sampel, pengembangan instrumen, hingga analisis data,” ujar M. Ainul Yaqin dalam sambutannya sebagaimana tercatat dalam notulensi kegiatan.
Ia juga menekankan pentingnya menghasilkan penelitian yang memiliki kebaruan, validitas, reliabilitas, objektivitas, serta manfaat nyata. Menurutnya, kualitas penelitian yang baik akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu perpustakaan sekaligus meningkatkan mutu publikasi akademik.
Membahas 11 Topik Utama
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sugiyono menjelaskan berbagai aspek penting dalam metodologi penelitian kuantitatif. Materi yang disampaikan mencakup 11 topik utama, mulai dari pengertian metode penelitian hingga sistematika laporan penelitian kuantitatif.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik penelitian kuantitatif, kualitatif, metode kombinasi, serta sejumlah metode penelitian lain, seperti Research and Development (R&D), action research, evaluation research, dan policy research. Selain itu, narasumber menjelaskan landasan filosofis penelitian kuantitatif yang meliputi rasionalisme, positivisme, dan postpositivisme.
Pembahasan juga mencakup proses penelitian survei, sumber masalah penelitian, desain penelitian kuantitatif, kajian teori, kerangka berpikir, serta perumusan hipotesis. Pada bagian desain penelitian, peserta dikenalkan dengan desain survei, eksperimen, ex-post facto, dan case study.
Topik lain yang dibahas adalah teknik sampling, baik probability sampling maupun non-probability sampling. Narasumber juga menjelaskan teknik penentuan jumlah sampel, termasuk penggunaan rumus Cochran untuk populasi yang belum diketahui jumlahnya.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengembangan dan pengujian instrumen penelitian. Materi meliputi penyusunan definisi operasional variabel, penentuan indikator, penyusunan butir instrumen, pengujian validitas, serta pengujian reliabilitas menggunakan berbagai teknik, seperti Cronbach Alpha, Spearman-Brown, KR-20, dan test-retest.
Penguatan Analisis Data
Workshop turut memberikan penguatan terhadap teknik pengumpulan dan analisis data. Teknik pengumpulan data yang dibahas meliputi kuesioner, tes, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data kuantitatif dijelaskan melalui pendekatan statistik deskriptif dan statistik inferensial.
Peserta diperkenalkan pada sejumlah teknik analisis, antara lain penghitungan rata-rata, simpangan baku, persentase, t-test, ANOVA, korelasi Spearman, Kendall Tau, regresi, path analysis, serta Structural Equation Modeling (SEM). Narasumber menekankan bahwa pemilihan teknik statistik harus disesuaikan dengan jenis data dan bentuk hipotesis penelitian.
Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Sugiyono juga menjelaskan sistematika laporan penelitian kuantitatif yang terdiri atas lima bab, yaitu pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran.
Pemanfaatan AI secara Bertanggung Jawab
Salah satu bagian penting dalam workshop adalah demonstrasi pemanfaatan prompt AI untuk mendukung proses penelitian. Demonstrasi tersebut mencakup pembuatan judul penelitian tingkat sarjana dan magister, penyusunan latar belakang masalah, serta perumusan masalah penelitian.
Dalam sesi penutup, narasumber menegaskan bahwa ChatGPT dan teknologi AI harus digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peneliti. AI dapat membantu mencari ide, mengolah informasi, dan menyusun rancangan awal tulisan. Namun, hasil yang diperoleh tetap harus dipahami, dikritisi, diverifikasi, dan disintesiskan oleh peneliti dengan menggunakan bahasa serta pemikiran sendiri.
Pemanfaatan AI secara bijak diharapkan dapat mendukung orisinalitas, kualitas, dan tanggung jawab akademik. Dengan demikian, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat budaya riset berbasis data tanpa mengurangi peran kritis dan integritas peneliti.
Melalui workshop ini, Program Studi Ilmu Perpustakaan diharapkan semakin mampu membangun budaya penelitian yang sistematis, berbasis data, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas publikasi dan pengembangan keilmuan perpustakaan.(MBF)