Studi Banding UWKS ke UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kolaborasi Pengembangan Kurikulum, Riset, dan Inovasi Ilmu Perpustakaan

Yogyakarta, 25 Mei 2026 – Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FAIB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kunjungan studi banding dari Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Kegiatan yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), khususnya dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan tata kelola Program Studi Ilmu Perpustakaan.

Rombongan UWKS dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Drs. Sugeng Pujileksono, M.Si., didampingi Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan, Astrid Putri, SIP., MSI., beserta jajaran dosen. Kehadiran rombongan disambut oleh Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Nurdin Laugu, S.Ag., S.S., M.A., bersama pimpinan fakultas, Ketua Program Studi, dan dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan.

Dalam sambutannya, Dr. Sugeng Pujileksono menyampaikan bahwa studi banding merupakan langkah strategis untuk memperkaya wawasan dan memperoleh praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pengembangan program studi. Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi, terutama dalam penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan UWKS, Astrid Putri, SIP., MSI. menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Ilmu Perpustakaan UWKS untuk meningkatkan mutu akademik melalui kolaborasi dan pembelajaran dari institusi yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan tata kelola program studi. Ia berharap hasil studi banding ini dapat menjadi inspirasi dalam penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan dosen dan mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Mewakili tuan rumah, Prof. Dr. Nurdin Laugu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UWKS kepada Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga sebagai mitra berbagi pengalaman. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui kerja sama yang saling menguatkan, setiap institusi dapat memperluas jejaring akademik, memperkuat penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mengembangkan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua fakultas menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) tentang penyelenggaraan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan kelembagaan, pelaksanaan Program Kampus Berdampak, serta berbagai kegiatan akademik lain yang disepakati bersama. Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun dan menjadi landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif antara kedua institusi.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, M. Ainul Yaqin, M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kerja sama tidak hanya diukur dari penandatanganan dokumen, tetapi juga dari implementasi program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Menurutnya, tindak lanjut kerja sama akan diarahkan pada pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan AI, penelitian kolaboratif di bidang perpustakaan dan sains informasi, publikasi ilmiah bersama, pertukaran narasumber, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik.

Diskusi yang berlangsung selama studi banding juga membahas berbagai isu strategis, antara lain implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pemanfaatan AI dalam pendidikan dan layanan perpustakaan, penguatan budaya riset, serta strategi memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional. Melalui studi banding dan penandatanganan kerja sama ini, kedua institusi berharap dapat membangun kemitraan akademik yang produktif dan berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan berbagai inovasi dalam pengembangan ilmu perpustakaan dan sains informasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.