Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Berbagi Cerita Pengalaman Magang di Perpustakaan UiTM Malaysia

ogyakarta, 19 Januari 2026----Prodi Ilmu PerpustakaanUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan kegiatan International Talk dengan tema "Industrial Training in UiTM Library: Experiences, Challenges, and Motivations"yang bertempat di Ruang Munaqosyah Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. International talk kali ini dinarasumberi oleh Salsabila Suhaimah Arrujiyah A, mahasiswa Ilmu Perpustakaandengan Thoriq Tri Prabowo, Ph.D, dosen Ilmu Perpustakaan, sebagai moderator. Kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen-dosen Ilmu Perpustakaandan mahasiswa Ilmu Perpustakaankhususnya kelas internasional.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Siva Vauziah selaku master of ceremony dan dilanjutkan dengan sambutan oleh perwakilan Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Selanjutnya diikuti dengan sesi diskusi bersama pembicara Salsabila Suhaimah yang membagikan pengalamannya selama mengikuti magang atau Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Perpustakaan Tun Abdul Razak, UiTM Malaysiaselama 4 minggu dari tanggal 3 November sampai 28 November 2025.

Menurut Salsa, mengikuti PPL di Perpustakaan Tun Abdul Razak memberikan pengalaman baru dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan. Para pustakawan yang menjadi mentor selama PPL juga ramah dan sangat membantu. Selain itu, kegiatan dan tugas yang harus dilakukan oleh mahasiswa magang juga dijadwalkan dengan terstruktur dan briefing yang jelas.

Salsa juga berbagi cerita seputar tantangan yang dialami selama PPL di Malaysia, salah satunya bahasa. Menurutnya, walaupun bahasa Indonesia dianggap serumpun dengan bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia, kendala bahasa tetap tidak bisa dihindari bagi orang Indonesia yang kurang terbiasa dengan bahasa Melayu. Maka, menggunakan bahasa Inggris lebih disarankan. “Mampu berbahasa Inggris basic itu penting,” ucapnya. Namun, kendala bahasa ini tidak sampai menghambat untuk melakukan tugas karena para pustakawan memastikan para mahasiswa magang paham dengan instruksi yang diberikan. “Kalau dijelaskan mengenai tugas, para pustakawan itu menggunakan bahasa Melayu. Tetapi mereka selalu bertanya kepada kita, paham tidak dengan bahasa mereka,” jelasnya.

Setelah diskusi selesai, diadakan sesi tanya jawab bagi hadirin untuk menyampaikan pertanyaan. Para mahasiswa Ilmu Perpustakaantampak antusias ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana PPL di Malaysia. Salah satu mahasiswa, Alya, bertanya mengenai mata kuliah yang paling relevan dan aplikatif saat magang serta tips untuk beradaptasi. Menurut Salsa, mata kuliah yang diajarkan di kelas sangat membantu untuk melakukan tugas lapangan, salah satunya mata kuliah Preservasi Informasi yang teorinya sudah dipelajari di kelas, sehingga bisa dipraktikkan ketika PPL. Adapun terkait bagaimana tips beradaptasi di lingkungan magang, Salsa menyebutkan bahwa “keep kind and humble” bisa memudahkan untuk beradaptasi.

Setelah sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan speech dari supervisor, Khairunnisa Etika Sari, M.IP, dosen Ilmu Perpustakaan. Beliau mengapresiasi mahasiswa Ilmu Perpustakaanyang telah menyelesaikan PPL di Malaysia dan menyampaikan pengalamannya untuk memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Beliau juga berharap kegiatan PPL ini dapat benar-benar menjadi bekal untuk pengembangan kompetensi ke depan, baik di dunia kerja maupun keilmuan. Kegiatan international talk kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama.

Kegiatan International Talkini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga berfungsi sebagai pemantik kesadaran mahasiswa Ilmu Perpustakaanakan pentingnya pengalaman praktik internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri mengikuti program PPL di luar negeri sebagai upaya penguatan kompetensi praktik sebelum memasuki dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan perlunya evaluasi kebijakan terkait kuota PPL agar tidak terhambat oleh pertimbangan efisiensi semata, mengingat keterbatasan kuota berpotensi menghambat pemerataan kesempatan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Oleh: Nabilah Izzati Zahirah(niz), Athallah Akmal Baihaqi(akb)